6 Pelajaran Penting Dari Aksi Di ONE: DAWN OF HEROES

Martin Nguyen DCIMG_6723

Setelah 14 pertandingan penuh aksi dalam ajang terbesar dalam sejarah bela diri Filipina bertajuk ONE: DAWN OF HEROES, para penonton pun beranjak pulang dari Mall Of Asia Arena di Manila pada hari Jumat, 2 Agustus.

Ajang ini menampilkan beberapa hasil yang mengejutkan, pertandingan ikonik antar para atlet kelas dunia dan lahirnya seorang Juara Dunia baru.

Terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari malam penuh aksi ini, tetapi berikut adalah enam pelajaran terpenting yang dapat dipetik.

#1 Martin Nguyen, Atlet Divisi Featherweight Terhebat Dalam Sejarah ONE

Dengan kesuksesannya mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Featherweight untuk ketiga kalinya, Martin “The Situ-Asian” Nguyen berdiri jauh melampaui para atlet dalam divisinya.

Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi pencapaiannya di dalam divisi ini. Setelah ia dikalahkan oleh Marat ”Cobra” Gafurov – sebagai seorang pemula yang tampil setelah pemberitahuan mendadak – pada bulan September 2015, ia menjadi seorang yang tak tersentuh.

Ia memenangkan delapan kontes divisi featherweight berturut-turut, dan hanya mengalami satu kekalahan.

Atlet keturunan Vietnam-Australia ini membuktikan kehebatannya sekali lagi dengan mementahkan teknik gulat Koyomi ”Moushigo” Matsushima dan menjatuhkannya dengan serangkaian pukulan kuat pada ronde kedua.

Untuk menjatuhkan pria ini, dibutuhkan seseorang yang memiliki kekuatan luar biasa.

#2 Kekuatan Rodtang Tidak Dapat Dihindari

Jonathan “The General” Haggerty melakukan pekerjaan yang cukup baik saat ia membuat Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon frustrasi dalam ronde pembuka pertandingan perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight mereka saat ia menjaga jarak dengan baik.

Tetapi, pada ronde ketiga, atlet Thailand berusia 22 tahun ini menemukan cara untuk melewati pertahanan Jonathan sebelum melepaskan tendangan dan pukulan hook-nya yang dahsyat.

Pada ronde keempat, pemuda asal Bangkok ini melanjutkan serangannya dan mampu menyarangkan sebuah pukulan untuk menjatuhkan “The General,” dimana ia berhasil mengamankan ronde ini dengan angka 10-8, yang juga menentukan kemenangannya.

Jika ada seseorang yang ingin mengalahkan Juara Dunia baru ini, mereka harus mencari cara menghentikannya sebelum ia melepaskan senjata terbaiknya.

#3 Inilah Mengapa Eddie Alvarez Menjadi Legenda

Untuk beberapa saat, Eddie “The Underground King” Alvarez nampak akan mengalami kekalahan keduanya bersama “The Home Of Martial Arts,” tetapi tiba-tiba semangatnya bangkit.

Atlet asal Amerika Serikat ini dijatuhkan dan hampir tidak dapat bertahan saat dihujani serangan ground and pound milik Eduard “Landslide” Folayang. Tetapi, pria yang empat kali menjadi Juara Dunia bela diri campuran divisi lightweight ini menemukan kekuatan untuk melancarkan sweep ke lawannya dan dalam sekejap menyarangkan kuncian.

Sebuah kekalahan lain mungkin dapat menjadi tragedi bagi Eddie, tetapi setelah kemenangan ini, ia tentunya akan memiliki keyakinan penuh sebelum pertandingan final turnamen ONE Lightweight World Grand Prix melawan Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dalam ajang ONE: CENTURY pada tanggal 13 Oktober di Tokyo, Jepang.

Jika ia dapat mengalahkan sang penghancur asal Turki ini, ia akan menambahkan pencapaian baru dalam catatan rekornya.

#4 Danny Kingad Adalah Pahlawan Penuh Aksi Di ONE

Tidak perduli siapa yang dihadapinya, atlet kebanggaan Filipina Danny “The King” Kingad akan tetap mengejar aksi menegangkan dimanapun ia bertanding.

Pertandingan Danny melawan Reece “Lightning” McLaren berada dalam standar yang cukup tinggi, yang menampilkan sebuah dinamika pertandingan yang dapat membuat segalanya nampak menegangkan – yaitu sebuah kebangkitan kembali.

Walaupun atlet asal Australia lawannya tampil sangat mengesankan dengan teknik grappling miliknya di awal pertandingan, perwakilan Team Lakay ini tetap mencoba untuk kembali – dan mempertunjukkan pertarungan bawah yang menakjubkan.

Danny lalu mengirimkan serangkaian serangan untuk menutup pertandingan ini, dan memenangkan penilaian dua juri untuk sebuah split decision bagi dirinya. Setelah itu, ia akan berhadapan dengan Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dalam babak final ONE Flyweight World Grand Prix.

Ini adalah satu pertandingan yang wajib ditonton, dimana keduanya dipastikan akan beraksi dengan luar biasa.

#5 Rodlek Hanya Membutuhkan Satu Serangan

Setelah maju dengan pemberitahuan singkat, kurang dari dua minggu, Andrew “Maddog Fairtex” Miller harus mengeksekusi game plan yang sempurna demi mengalahkan Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym, dimana ia hampir saja berhasil.

Sayangnya, bagi atlet asal Skotlandia ini – yang mengendalikan jarak dengan sempurna untuk dua setengah ronde – sebuah pukulan dahsyat yang tepat sasaran dari Rodlek mampu menghentikan perlawanannya pada saat ia hampir meraih kemenangan.

Juara Dunia Channel 7 Muay Thai ini memiliki tangan terkuat dalam divisi bantamweight di ONE Super Series, dan dengan sarung tangan 4 ons, ia mampu menyelesaikan perlawanan siapapun hanya dengan sebuah pukulan.

Rodlek mungkin akan membuktikan hal ini sekali lagi dalam pertandingan berikutnya.

#6 Dae Sung Park Membuktikan Dirinya Di ONE

Pemenang kontrak bertanding dari rangkaian ONE Warrior Series, “Crazy Dog” Dae Sung Park, membuktikan bahwa ia memang siap berlaga di atas panggung dunia setelah meraih dua kemenangan bersama ONE.

Dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES, ia menunjukkan diri sebagai seseorang yang berpotensial menjadi atlet elit dengan mengalahkan seorang mantan Juara Dunia.

Walaupun atlet Korea Selatan ini harus menghadapi Honorio “The Rock” Banario dihadapan pendukugnya di Manila, Dae Sung nampak tidak terpengaruh.

Ia mengambil kendali dengan beberapa serangan kuat di awal pertandingan, serta menolak untuk bergeming saat perwakilan Team Lakay yang menjadi lawannya mencoba memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, Dae Sung meraih kemenangan mutlak dari para juri.

Divisi lightweight memang dipenuhi atlet berbakat, maka “Crazy Dog” membutuhkan sedikit lebih lama untuk meraih puncak. Tetapi, ia akan berada di jalur yang tepat.

Selengkapnya di Fitur

John Lineker Alexey Balyko ONE Fight Night 25 42 scaled
Allycia Hellen Rodrigues Cristina Morales ONE Fight Night 20 20
Lito Adiwang Adrian Mattheis ONE Friday Fights 34 29
Amy Pirnie Shir Cohen ONE Fight Night 25 51
John Lineker Asa Ten Pow ONE 168 32
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 21 37
Superbon Marat Grigorian ONE Friday Fights 52
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 93 1
Superlek Kiatmoo9 Takeru Segawa ONE 165 15 scaled
Jaising Sitnayokpunsak Thant Zin ONE Friday Fights 52 3 scaled
Jonathan Haggerty Superlek Kiatmoo9 ONE 168 20
Jonathan Haggerty Felipe Lobo ONE Fight Night 19 122 scaled