Stamp Fairtex Jadi Petarung MMA Wanita Terbaik Tahun 2021 Di ONE

Stamp Ritu Phogat WINTERWARRIORS 1920X1280 31

Ini telah menjadi tahun yang penuh keajaiban bagi mantan penguasa dua disiplin Stamp Fairtex, yang beranjak dari kekalahan perdananya dalam seni bela diri campuran menjadi Juara ONE Women’s Atomweight World Grand Prix.

Kebangkitan bintang sensasional Thailand ini, serta kemenangan beruntunnya itu, memberinya sebuah penghargaan “Female MMA Fighter of the Year” di ONE untuk tahun 2021.

Para penggemar telah menikmati aksi mantan Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan Muay Thai ini berevolusi dalam tiap kontes, dimana hal itu membawa Stamp dari posisinya sebagai seorang striker menjadi seorang petarung berkemampuan lengkap dengan teknik elite dalam tiap jarak serang.

Stamp poses with the ONE Atomweight World Grand Prix title at ONE: WINTER WARRIORS.

Tahun ini dimulai Stamp dengan penampilan berani melawan Alyona Rassohyna di ONE: UNBREAKABLE III pada tanggal 5 Februari, yang pada akhirnya tak berlangsung sesuai keinginannya.

Nampak bahwa petarung Fairtex ini siap untuk meraih kemenangan via keputusan juri setelah unggul selama dua ronde lebih, namun pada momen-momen terakhir laga itu, grappler Ukraina itu meraih guillotine choke.

Sementara ia mencoba melepaskan diri, Stamp nampak menepuk pundak lawannya, yang dilihat wasit Olivier Coste sebagai sebuah tap-out dan memberinya alasan untuk menghentikan kontes ini.

Kejadian kontroversial itu berakhir dengan kekalahan perdana Stamp dalam MMA.

Namun, warga Pattaya itu meraih penebusannya saat ia dijadwalkan melawan rivalnya di babak perempat final ONE Women’s Atomweight World Grand Prix.

Laga ulang itu terjadi di ONE: EMPOWER pada Jumat, 3 September – dan kali ini, tak ada satu kontroversi pun.

Pertandingan itu berlangsung mirip dengan pertemuan pertama mereka. Ancaman submission Rassohyna memang selalu ada, namun Stamp tetap tenang sampai akhir.

Ia bertahan dari serangan wanita Ukraina itu, mencetak poin dengan arsenal stand-up miliknya, serta menggunakan ground-and-pound untuk merebut sebuah kemenangan terbelah (split decision)

Stamp lalu dijadwalkan menghadapi Ham Seo Hee dalam laga semifinal Grand Prix di ONE: NEXTGEN pada tanggal 29 Oktober. Namun, karena sebuah cedera memaksa veteran Korea Selatan itu mundur dari laganya, petarung Brasil Julie Mezabarba masuk sebagai atlet alternatif.

Laga ini menjadi saksi dari spesialis Muay Thai yang menghadapi sesama striker, maka Stamp menggunakan tendangan keras untuk mendikte aksi itu dari atas kakinya. Lalu, pukulan kanan keras dari Brasil ini memang mengenai sasarannya, yang membuat stanza pembuka ini sangat menarik.

Tetapi, sebuah penampilan dominan di ground membawa wanita berusia 23 tahun itu unggul pada ronde kedua.

Mezabarba pun gagal membalikkan keadaan pada stanza penutup, yang membawa Stamp meraih kemenangan mutlak dan posisi dalam babak Final Kejuaraan ONE Women’s Atomweight World Grand Prix.

Ritu “The Indian Tigress” Phogat memastikan posisinya dalam babak final turnamen ini tepat sebelum Stamp menyelesaikan laganya, dan banyak yang menganggap bahwa pegulat sensasional India itu akan menjadi tantangan terberat bagi warga Pattaya ini.

Babak Final Kejuaraan ONE Women’s Atomweight World Grand Prix itu berlangsung di ONE: WINTER WARRIORS pada 3 Desember lalu.

Dari awal laga, Phogat mencoba memastikan kendali dengan membawa laga ke atas kanvas, namun ia segera merasa frustrasi saat Stamp tak mengikutinya dan lolos dengan sprawl dari dua percobaan takedown di awal.

Saat “The Indian Tigress” mampu menyeret aksi itu ke ground ground, Stamp segera berusaha untuk kembali berdiri dan tidak menyisakan ancaman dari game plan lawannya.

Mendapatkan keyakinan penuh di ronde kedua, Stamp menyarangkan serangan atas yang keras. Tetapi, perwakilan Evolve itu berlanjut dengan strateginya yang mengandalkan teknik gulat dan akhirnya meraih single-leg takedown.

Lalu, Stamp mengejutkan dunia dengan mengamankan posisi triangle, dimana ia juga menunjukkan pada Phogat bahwa posisi ground tak akan menjadi masalah bagi dirinya.

Akhirnya, ia beralih ke armbar yang menyebabkan Juara Gulat India itu tap-out, serta mengamankan kemenangan – dan sabuk perak turnamen ini – bagi superstar Thailand ini.

Stamp poses with the ONE Atomweight World Grand Prix title at ONE: WINTER WARRIORS.

Dengan kemenangan tersebut, Stamp menjadi atlet pertama dalam sejarah yang merebut sabuk juara dalam tiga disiplin bersama ONE, dan langkah berikutnya adalah melengkapi tiga gelar Juara Dunia saat ia melawan sang Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee pada tahun 2022.

Baca juga: Ok Rae Yoon Jadi Petarung MMA Pria Terbaik Tahun 2021 di ONE

Selengkapnya di Fitur

Amy Pirnie Shir Cohen ONE Fight Night 25 51
John Lineker Asa Ten Pow ONE 168 32
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 21 37
Superbon Marat Grigorian ONE Friday Fights 52
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 93 1
Superlek Kiatmoo9 Takeru Segawa ONE 165 15 scaled
Jaising Sitnayokpunsak Thant Zin ONE Friday Fights 52 3 scaled
Jonathan Haggerty Superlek Kiatmoo9 ONE 168 20
Jonathan Haggerty Felipe Lobo ONE Fight Night 19 122 scaled
Liam Harrison Muangthai ONE156 1920X1280 31
Jonathan Haggerty Superlek Kiatmoo9 ONE Friday Fights 72 6
Johan Estupinan Zafer Sayik ONE 167 9