Renzo Gracie Kunci Yuki Kondo Dalam Laga Antar Legenda

Renzo Gracie DC 7401

Setelah hiatus selama delapan tahun dari disiplin ini, Renzo Gracie mencetak penampilan kembalinya dalam disiplin bela diri campuran pada Jumat, 27 Juli.

Pria Brasil berusia 51 tahun itu memasuki Mall Of Asia Arena di Manila, Filipina untuk memulai penampilan kembalinya di rumah barunya, ONE Championship.

Ia menghadapi sosok yang menguasai tiga divisi dan berpredikat sebagai King Of Pancrase, Yuki Kondo, dalam sebuah laga welterweight “Legenda versus Legenda” di ONE: REIGN OF KINGS. Setelah awal yang terukur, ia pun mengamankan rear-naked choke pada ronde kedua untuk meraih kemenangan itu.

Pada stanza pembuka, kedua ikon bela diri itu sangat sabar dan berusaha menentukan jarak mereka.

Kondo memilih untuk menjaga jarak dengan serangkaian tendangan rendah, dimana Gracie — Juara Dunia ADCC Grappling dua kali — melakukan percobaan takedown di awal.

Segera, pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu tingkat enam itu beralih ke tinjunya, serta menunjukkan kewaspadaan tinggi dalam sesi lima menit pertama itu.

Pada akhirnya, game plan atlet Brasil ini memang terfokus pada usahanya menentukan penempatan waktu kompetitor Jepang itu supaya dapat mengeksekusi takedown miliknya.

Renzo Gracie DA 3.jpg

Itulah yang terjadi pada ronde kedua, dimana saat Kondo kembali melontarkan serangkaian tendangan, Gracie melihat celah untuk masuk dan mencetak single-leg takedown.

Spesialis grappling ini segera bertransisi ke punggung legenda Jepang itu, dan King of Pancrase ini terjebak dalam posisi yang tak diinginkannya.

Gracie hanya membutuhkan beberapa saat untuk mengamankan lengannya di bawah dagu Kondo, saat ia mengencangkan rear-naked choke itu dan memaksa sebuah tap-out pada menit 1:40 ronde kedua.

Para penonton di Mall Of Asia Arena pun bersorak saat Gracie duduk di pundak salah satu anggota tim pojoknya untuk merayakan kemenangan perdana dalam penampilan kembalinya itu.

Renzo Gracie DC 7429.jpg

“Saya melakukan apa yang keluarga saya telah lakukan selama lebih dari 100 tahun – mengunci leher orang-orang,” tegas Gracie kepada Mitch Chilson dalam wawancaranya setelah laga.

Gracie berulang kali menyatakan bahwa laga ini bukanlah momen terakhirnya, tetapi awal bagi kebangkitannya dalam karier bela diri campuran.

Momen ini pun membawa catatan rekornya dalam disiplin ini menjadi 14-7-1 (1 NC), dimana ia mungkin akan segera tampil kembali lagi ke arena ONE.

Selengkapnya di Berita

Kongthoranee Sor Sommai Nong O Hamante Leon ONE Fight Night 31 31 scaled
Tye Ruotolo Dante Leon ONE Fight Night 31 70 scaled
Kongthoranee Sor Sommai Nong O Hama ONE Fight Night 28 48 scaled
90853 scaled
Kongthoranee Sor Sommai Nong O Hama ONE Fight Night 28 30 scaled
Kongthoranee Sor Sommai Nong O Hama ONE Fight Night 28 63 scaled
Yuki Yoza 2
Freddie Haggerty Jordan Estupinan ONE 170 84 scaled
Zebaztian Kadestam Roberto Soldic ONE Fight Night 10 72
Maurice Abevi Zhang Lipeng ONE Fight Night 22 41 scaled
5234 scaled
Sean Climaco Diego Paez ONE Fight Night 28 30 scaled